Sabtu, 17 Januari 2015

OPINI EVALUASI KURIKULUM 2013

EVALUASI KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 digadang-gadang sebagai kurikulum yang menyempurnakan kurikulum 2006 (KTSP). Karena menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kurikulum sebelumnya terdapat banyak kekurangan yang memberikan akibat kepada beberapa pelajar saja yang mampu kritis dan aktif. Dengan dibentuknya kurikulum 2013, sangat diharapkan dapat membawa Indonesia menuju perubahan di dunia pendidikan agar jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun, ketika kurikulum 2013 baru berjalan satu semester, telah banyak persoalan yang muncul diantaranya karena masih ada masalah dalam kesiapan buku ajar, penataran guru, pendamping guru, sistem penilaian dan penataan kepala sekolah yang belum merata. Dengan demikian, Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia mempertimbangkan kembali mengenai penerapan kurikulum 2013.
Keputusan Penghentian Kurikulum 2013 yang dibuat oleh Anies Baswedan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Tim Implementasi Kurikulum 2013. Bagi sekolah-sekolah yang baru menetapkan kurikulum 2013 satu semester pada tahun pelajaran 2014/2015 bisa menghentikannya, namun bagi sekolah-sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013 sejak tahun pelajaran 2013/2014 diharapkan untuk tetap menggunakan kurikulum tersebut untuk dijadikan sebagai sekolah pengembangan dan percontohan implementasi kurikulum 2013.
Selama masa pembenahan ulang kurikulum 2013, diharapkan pemerintah mampu mematangkan sistem kurikulum tersebut agar mampu menjalankannya tanpa ada kekurangan dan kesalahan kembali. Penyusunan konten Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar harus di selaraskan dan juga Kompetensi Spiritual dan Sikap harus disiapkan secara matang agar tidak ada gangguan baik dalam substansi keilmuan dan sebisa mungkin agar tidak terlalu membebankan administratif bagi para guru.
Dalam kurikulum 2013 memiliki sistem yang mampu menjadikan semua siswa harus aktif dan berfikir kritis, tidak hanya sebagian siswa saja yang aktif. Namun dibalik hal tersebut, perhatian dari guru kepada siswa terganggu dengan adanya metode penilaian yang begitu kompleks dan menyita banyak waktu guru. Ketidaksiapan guru dalam menerapkan metode pembelajaran kurikulum 2013 menyebabkan beban yang dirasakan para siswa sehingga menghabiskan waktu siswa di sekolah dan di luar sekolah. Menanggapi hal tersebut alangkah baiknya pemerintah sebelumnya membuat sistem kurikulum yang tidak memberatkan pihak manapun terutama siswa dan guru. Sebelum kurikulum 2013 diberlakukan seharusnya pemerintah telah memberikan kesiapan bagi para guru agar mereka siap dalam menerapkan metode pembelajaran tersebut tanpa ada kendala sehingga siswa tidak akan merasa terganggu. Begitu pula dengan guru, mereka akan merasa lebih nyaman dalam sistem pembelajaran kurikulum 2013.
Untuk penerapan yang menyeluruh, pemerintah perlu mensosialisasikan kembali hingga benar-benar dikuasai oleh para guru dan siswa. Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan untuk menerapkan Kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar untuk ke depannya, namun untuk menjelaskan bahwa Kurikulum 2013 merupakan perbaikan dari kurikulum KTSP, yang saat ini dinilai belum berhasil secara maksimal. Dan juga memberitahukan bahwa Kurikulum 2013 mempunyai poin-poin penting, yang dapat diambil dan diterapkan untuk menghasilkan pendidikan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan memberikan bekal bagi pelajar saat mereka melanjutkan studi selanjutnya.
Setelah sebelumnya pada tahun pelajaran 2013/2014 melakukan uji coba penerapan kurikulum 2013 pada beberapa sekolah yang ditunjuk namun evaluasi yang dilakukan terhadap sekolah-sekolah tersebut tidak menyeluruh, maka harapan ditahun pelajaran 2014/2015 dilakukan evaluasi terhadap semua sekolah-sekolah yang ditunjuk secara menyeluruh agar mendapat hasil yang baik dan konkrit. Sehingga diharapkan ditahun pelajaran 2015/2016 pemerintah telah mampu memberlakukan kembali sistem kurikulum 2013 dengan lebih baik dan lebih tertata lagi tanpa ada kekurangan yang menghambat proses berjalannya kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar mengajar siswa dan guru.

Sumber :
·         Metro TV

·         Republika 

1 komentar :